Monthly Archives: November 2010

Perampokan KS Berkedok Asing BERKOLABORASI Elit2 Politik !

Headlines | Fri, Nov 12, 2010 at 07:14 | Jakarta, matanews.com

Perampokan secara sistematis dalam penjualan saham PT Krakatau Steel (KRAS) mulai terkuak. Modusnya menggunakan investor asing sebagai pembeli saham.

Anggota Komisi III Bambang Soesatyo mengungkapkan, gelombang besar pelepasan saham KRAS oleh investor asing pada Rabu 10 November lalu, di pasar perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah bukti mengenai modus penipuan dalam skenario harga saham KRAS dan alokasinya.

“Gelombang pelepasan saham KRAS membuktikan prioritas alokasi saham oleh Tim pelaksana IPO KRAS bukan kepada investor yang berkomitmen jangka panjang, melainkan kepada investor spekulatif. Modus alokasi seperti ini jelas tidak sejalan dengan tujuan utama IPO KRAS, yakni menjaring investor asing kelas kakap dengan komitmen dan wawasan investasi jangka panjang,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima matanews.com di Jakarta, Kamis 11 November 2010.

Ketika harga KRAS di pasar perdana mencapai Rp 1.198 per saham, katanya, investor asing melepas 316,12 juta saham. Pada level harga itu, laba per saham sudah terbilang Rp 348.

“Saya menduga, para investor asing itu hanya menyewakan bendera. Mereka bertindak untuk dan atas nama kepentingan kekuatan-kekuatan politik yang dekat dengan kekuasaan. Para investor asing itu hanya menerima komitmen fee dan balas jasa tambahan, sedangkan bagian terbesar dari laba pelepasan itu dinikmati kekuatan-kekuatan politik yang menetukan skenario IPO saham Krakatau Steel,” jelasnya.

Anggota Fraksi Partai Golkar ini meyakini, harga saham KRAS masih akan terus naik. Harga riil KRAS akan terbentuk menurut mekanisme pasar. Tetapi, sebelum harga riil itu terwujud, KRAS akan membuat heboh di bursa dan menjadi saham yang diburu akibat aksi penggorengan.

“Itu semua adalah rekayasa untuk menangguk untung besar. Keuntungan itu akan didistribusikan ke kas kekuatan-kekuatan politik,” kata anggota Badan Anggaran DPR itu.

Anggota Tim Evaluasi Independen Pelaksanaan Privatisasi PT KS, Hikmahanto Juwana menegaskan, dari berbagai informasi yang diperoleh dari pihak-pihak yang terlibat dalam proses IPO KS, tim tidak menemukan adanya rekayasa. Semua proses dilakukan secara wajar dan profesional. Penjamin ditunjuk berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Tak ada rekayasa atas penunjukan mereka.

Penentuan harga per lembar saham, jelasnya, telah dilakukan dengan mengindahkan best practices. Harga tidak ditentukan secara sepihak oleh KS yang cenderung ingin tinggi, tetapi juga tidak ditentukan cenderung rendah yang mungkin dikehendaki oleh penjamin. Bagi penjamin, wajar berharap agar harga murah, agar kedudukannya sebagai penjamin tidak harus membeli saham yang tidak terjual.

“Proses pembentukan harga dimulai dengan adanya dokumen berisi informasi tentang KS yang disebut sebagai prospektus. Selanjutnya para analis dari KS ataupun calon institutional investor membuat kajian dan melakukan prediksi harga. Prediksi harga ini yang digunakan sebagai acuan oleh para calon institutional investor untuk mengajukan minat beli berikut harga yang dikehendaki. Proses ini disebut bookbuilding,” terangnya.

Dari bookbuilding, sambungnya, akan diketahui berapa besar minat institutional investor pada harga-harga, mulai dari yang terendah sampai tertinggi. Dari sini akan ditentukan harga yang optimal yang menjamin dana yang diperoleh, likuiditas pasar, penyebaran kepemilikan, porsi investor berkualitas, dan lain-lain. Apabila melihat proses ini, penentuan harga tidaklah sederhana dan melibatkan banyak pihak.

“Proses penjatahan pun dilakukan oleh penjamin secara profesional. Memang harus diakui, penjamin mendapat pesanan dari pihak-pihak yang berpotensi memiliki benturan kepentingan atau mereka yang memiliki kuasa di negeri ini,” katanya. (mar/mut)

Iklan