Satgas Mafia Hukum Hanya Bemper Istana?

suara  rakyatSatgas Mafia Hukum Hanya Bemper Istana?
Oleh:  Suara Rakyat

Pembentukan satgas mafia hukum oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai mencerminkan tidak adanya political will yang baik dari SBY untuk menangani masalah hukum. Sementara itu, selama ini Satgas mafia hukum juga belum menunjukkan kinerjanya. Tidak ada prestasi pemberantasan mafia hukum yang layak diapresiasi dari satgas. Sebab itu, pembentukannya hanya menghabisi anggara negara. Satgas lebih baik dibubarkan?

Petisi 28 rencananya akan melakukan judicial review Satgas ke MA Selasa 22 Juni 2010. Pengajuan judicial review tersebut dianggap penting karena selama ini terjadi kekacauan dalam hal penegakkan hukum. Sementara itu satgas sendiri tidak berperan apa-apa. Selain itu, Presiden SBY sendiri nampaknya lebih senang membuat peraturan, UU, satgas, atau lembaga yang baru, dibanding menyelesaikannya.

Anggota Petisi 28 Haris Rusli menilai keberadaan Satgas mafia hukum ini kurang efektif dan bertentangan dengan semangat penegakan hukum di Indonesia . Karena menurutnya, bila terjadi kekacauan di lembaga penegak hukum seperti Kepolisian, Kejaksaan, dll, semestinya SBY cukup memanggil petinggi lembaga tersebut. Tidak perlu membuat lembaga baru yang tidak ada prestasinya dan hanya menghabiskan anggaran negara. “Jika melihat kekacauan di tubuh Polri, Kejaksaan atau penegak hukum lainnya, Presiden seharusnya cukup memanggil pucuk pimpinan di institusi tersebut. Bukan justru membuat lembaga baru,” ujarnya Haris kepada Jakartapress.com.

Hal tersebut juga diungkapkan oleh ahli tata negara Irman Putra Sidin. Menurutnya, pembentukan satgas mafia hukum oleh SBY mencerminkan ketidakberdayaan dan kelemahan SBY dalam menyelesaikan penegakan hukum di Indonesia . Menurutnya, SBY seakan-akan tidak percaya diri dalam menyelesaikan penegakan hukum sehingga ia perlu membentuk satgas. Kenapa SBY tidak memperkuat saja lembaga penegakan hukum yang ada, bukan malah membuat lembaga baru.

“SBY sebetulnya tidak perlu membuat lembaga seperti satgas mafia hukum ini. Karena sebetulnya SBY cukup memperbaiki lembaga penegak hukum yang ada seperti kepolisian dan kejaksaan. Kenapa tidak diganti saja Kapolrinya bila dalam institusi tersebut ada yang tidak beres. Bukan malah membuat lembaga yang baru,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam kinerjanya, satgas mafia hukum juga nampaknya hanya menjadi bemper bagi kasus-kasus yang diduga melibatkan Istana. Satgas dinilai hanya agresif terhadap kasus-kasus hukum yang tidak ada kaitannya dengan Istana. Skandal Bank Century dan kasus pengemplangan pajak oleh Paulus Tumewu, tidak ditangani. Tapi Satgas begitu tanggap terhadap kasus Gayus dan Misbakhun.

Pembentukan satgas yang dinilai kurang efektif dalam penegakan hukum tersebut memang menjadi tanda-tanya publik ada apa di Istana. Mengapa SBY seakan tidak berani mengambil sikap tegas dan atau mengganti Kapolri padahal mafia hukum dan mafia kasus marak di tubuh Kepolisian. SBY malah membuat satgas mafia hukum yang tidak ada prestasinya sampai saat ini. (Boy M)-Jakartapress.Com

http://www.facebook.com/notes/suara-rakyat/satgas-mafia-hukum-hanya-bemper-istana/10150203580365487

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • PENGAMAT  On 23 Juni 2010 at 6:42 PM

    Sebaiknya artikel2 yang ada di situs ini dibaca pihak Istana dan DPR, Mereka wajib disadarkan. Sayangnya mereka buta, tuli dan bisu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: