KPU, Independensi yang Dipertanyakan

Yuman Nur Rozak,
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia

Ditunjuknya anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati sebagai salah satu pengurus DPP Partai Demokrat (PD), dinilai tidak etis. Kritik pedas banyak dilayangkan ke Partai Demokrat yang telah merekrut anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati itu sebagai salah satu pengurus DPP Partai Demokrat. Masuknya anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Andi Nurpati ke kepengurusan DPP Partai Demokrat memunculkan dugaan atau spekulasi kalau ada kedekatan Andi Nurpati dengan partai pemenang pemilu milik Presiden SBY itu. Andi pun di pandang tidak netral dalam pemilu tahun 2009 dan di nilai melanggar Undang-undang (UU), juga di anggap melanggar sumpah jabatan.

keputusan Andi Nurpati untuk masuk ke pengurus DPP Partai Demokrat telah menunjukkan tidak adanya rasa tanggung jawab yang bersangkutan terhadap amanat publik. Padahal, jabatan Andi sebagai anggota KPU baru akan berakhir akhir 2012 atau masih 2 setengah tahun lagi.

Independen?

Fenomena masuknya anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke partai politik setelah pemilu bergulir cukup sulit dilepaskan dari dugaan ketidakindependenan anggota KPU saat KPU harus menjadi pengadil bagi para parpol peserta pemilu. Masuknya dua anggota KPU dalam 6 tahun terakhir ke Partai Demokrat menjadi fenomena kontroversial tersendiri. Masuknya Anas Urbaningrum pada tahun 2004 silam ke Partai Demokrat, yang sekarang telah menjabat sebagai ketua umum, di tambah sekarang Andi Nurpati yang akan masuk di pengurusan Partai Demokrat merupakan awal dari sebuah preseden yang buruk terhadap legalitas pemilu. Apalagi dulu sempat Hamid Awaluddin yang juga anggota KPU pernah di angkat sebagai menteri hukum dan HAM pada periode pertama kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ini jelas menjadi akar kecurigaan sebagian besar pemerhati politik dan masyarakat bahwa telah terjadi dugaan soal ketidakindependenan KPU selama ini.

Hal ini juga mengundang pertanyaan apakah KPU ini cuma menjadi tempat untuk bersembunyi bagi para calon kader partai politik? Dan apakah mundurnya mereka dari KPU kemudian bergabungnya mereka ke dalam Partai Demokrat ada hubungannya dengan kemenangan SBY di Pemilihan presiden dan kesuksesan Partai Demokrat di Pemilu Legislatif 2004 silam dan 2009?

Keputusan yang dilakukan Andi Nurpati membuat banyak orang menjadi bertanya-tanya atas proses penyelenggaraan pemilu tahun 2009 kemarin karena di anggap tidak independen. Anggota KPU seharusnya menjaga independensinya dan tidak terkait dengan kepentingan politik apapun. Lalu, apakah dia yang seharusnya independen tapi justru malah di bekali titipan partai politik yang merekrutnya? Dan apakah perekrutan ini sebagai ajang political trade of (perdagangan politik)? atau ucapan terimakasih dari Partai Demokrat terhadap beliau karena sudah membantu kemenangan Partai dan pemilihan presiden?

Integritas

Alasan Andi Nurpati yang katanya takut akan tidak mendapatkan jabatan di KPU setelah berakhirnya jabatan di KPU akhir tahun 2012 nanti, telah memunculkan pandangan miris bahwa integritas dan tanggung jawab Andi Nurpati di KPU di anggap buruk dan sangat mengecewakan. Andi Nurpati seperti tidak menunjukkan sosok anggota lembaga penyelenggara pemilu yang berkualitas dan bertanggungjawab. Andi seharusnya terikat sumpah sebagai anggota KPU yang harus menjaga sumpah dan tanggungjawabnya.

Harus di cermati bahwa apa yang dilakukan Andi Nurpati di nilai sudah melanggar sumpah sebagai anggota KPU yang seharusnya di pegang untuk netral dan independen (mandiri). Ini memperlihatkan bahwa Andi Nurpati sudah tidak memenuhi syarat lagi sebagai anggota KPU karena di anggap telah melanggar sumpah dan Undang-undang. Walaupun pada akhirnya nanti akan atau telah mundur dari KPU setelah masuk ke pengurusan Partai Demokrat, sekali lagi dugaan bahwa Andi Nurpati tidak netral di pemilu tahun lalu sulit untuk di hilangkan.

Melanggar Peraturan?

Partai Demokrat di nilai sudah merusak tatanan kelembagaan KPU yang seharusnya dijaga independensi bagi para anggotanya. Partai Demokrat merupakan salah satu partai yang mengumbar wacana bahwa anggota KPU tidak boleh menjadi anggota partai politik. Tetapi, apa yang di lakukan Partai Demokrat itu justru malah sebaliknya. Partai Demokrat di anggap telah merusak kelembagaan dan Independensi yang di miliki KPU. Tindakan Andi Nurpati yang menerima pinangan Partai Demokrat tersebut juga telah menambah tamparan terhadap wacana Partai demokrat tentang anggota KPU yang harus non-partisan sebagaimana yang telah di usung itu. Juga, di anggap telah melanggar Undang-undang (UU) penyelenggaraan pemilu dan UUD 1945 pasal 22 E.

Sesuai UUD 1945 pasal Pasal 22 E ayat (5) yang menyebutkan bahwa pemilihan umum diselenggarakan oleh suatu komisi pemilihan umum yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri. Makna dari kata mandiri dalam Pasal 22 E ayat (5) tersebut yang menyangkut suatu komisi pemilihan umum itu, dimana dalam prakteknya dimaknai sebagai lembaga yang non-partisan (mandiri dan netral).

Jalan Terakhir

Sesuai ketentuan Undang-undang (UU) Penyelenggara Pemilu, anggota KPU di atur agar tidak bisa menjadi atau bergabung dengan partai politik. Maka dari itu, Andi harus segera untuk dinonaktifkan dari pada harus menunggu surat pengunduran diri dari Andi Nurpati itu sendiri. Itu pantas dilakukan, walaupun tindakan itu tidak bisa atau belum bisa menepis pandangan yang masih negatif terhadap lembaga KPU yang di anggap masih gampang untuk di intervensi. Dan sekali lagi juga pandangan pengamat politik terhadap Andi Nurpati yang di pandang tidak netral di pemilu tahun lalu.

Agar tidak terjadi lagi fenomena seperti ini dalam kelembagaan KPU di masa mendatang, perlu diatur pasal yang lebih ketat dalam larangan anggota KPU untuk menerima ”political appointee”. Artinya, anggota KPU dilarang untuk menerima dan menduduki jabatan publik apalagi jabatan politik, baik saat masih aktif menjabat atau setelah jabatannya berakhir dalam jangka waktu yang belum lama.

http://kampus.okezone.com/read/2010/06/22/95/345480/independensi-yang-dipertanyakan

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • wahyu  On 3 Januari 2011 at 4:53 PM

    py kabare mas yuman Nur rozak ???

    lama tak jumpa…

    hhghghghg

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: