Siapakah SEJATINYA Preman di Indonesia ? (Preman JALANAN atau BIROKRASI Ruwet ???)

Siapakah sejatinya preman di Indonesia ?? pertanyaan tsb menggugah kita semua, mengingat digelarnya operasi penangakapan preman oleh Polisi di berbagai pasar, mall, toserba, terminal, jalan, tempat hiburan dlsb. Nah kita kaji sejenak 2 (dua) tipologi preman yang kita temui disekitar kita sbb:

I. PREMAN JALANAN:
ini biasanya kita temui pemuda/ lelaki dengan wajah kusam, bertato, yang beroperasi di jalan, dan tempat-2 umum. Mereka beroperasi mencari nafkah sebagai tukang parkir,calo timer angkutan umum, atau hanya nongkrong-nongkrong di emperan toko, mall, terminal, stasiun dlsb. Modal yang mereka miliki adalah “dirinya dan keberanian/kelebihan ” dan grup teman-2nya, jadi tidak bermodal dengan perlengkapan usaha atau kerja. Namun alat yg biasa dibawa adalah senjata (tajam bahkan senpi). Jadi seperti usaha “jasa” atas peran dirinya sebagai tukang parkir, timer angkutan, pembawa barang, atau sekadar “malak” bahkan hingga “nodong, nyopet hingga ngerampok”…apabila situasi memungkinkan (jalan sepi, terjepit.

Preman biasanya hidup berkelompok, hasil yang diperoleh ada dibagi dengan anggota kelompoknya, atau ada yang untuk dirinya (kalau dia beroperadi sendiri). Hasil yang mereka peroleh hari itu, adalah untuk makan (hidup) hari itu. Tiada yang ditabung, boro boro di investasikan. Preman adalah peluang dan lapangan kerja yang terakhir dan terbuang (“the lost & last rsources of job)….yang pada umumnya dimasuki kalangan muda (usia 35 tahun kebawah), tapi ada juga yang berusia 35 th keatas, pada umumnya dari kalangan penganggur. Ada juga penganggu karena malas atau sudah ikut larut (terjebak) dengan teman-teman.Penghasilan parkir misalnya, Mobil Rp.1000-2.000, Motor:Rp.500-1000.

Keberadaan mereka ditempat-2 umum, ada yang meresahkan ada juga setengah meresahkan ada juga yang baik-baik, karena wajah mereka yg kusut, cara meminta “uang jasa” mereka ada yang memaksa +membentak bahkan mengancam. Mereka melakukan dengan cara itu karena mereka menganggap sebagai “yang megang wilayah/ atau sebagai penguasa/ atau jagoan” ditempat itu.

Nah, mengingat jumlah kemiskinan di Indonesia mencapai 104 juta jiwa (definisi Bank Dunia th 2005 dg tingkat penghasilan US$ 20 per hari) dan penganggur terbuka melebihi 40 juta jiwa, maka dunia preman adalah peluang “usaha mencari uang” yang mudah dimasuki, karena tanpa modal, hanya dirinya tubuhnya & kebereniannya. Umumnya berlaku adegum: pribumi atau penghuni sebagai penguasa wilayah setempat. Mengingat dunia preman adalah dunia keras, berbagai resiko tiap saat bisa dihadapi: konflik, berantem, berkelahi, tawuran…dengan resiko ditangkap Polisi hingga resiko luka berat bahkan tidak jarang ….kematian.

Dengan jumlah pengangguran yang menghawatirkan mencapai 40 juta jiwa lebih, dan sikon perekonomian yang dilanda Krismon dan kini Krisis Global, maka dunia preman perlu ditekan agar jumlah dan keberadaannya tidak meresahkan atau menjadi benalu masyarakat dan mengganggu citra Indonesia yang dapat menganggu iklim Investasi atau destinasi Pariwisata …dengan operasi Penjaringan & Penangkapan Polisi.

2. PREMAN SISTEMIK: BIROKRASI !!

Paradigma baru dalam peradaban & demokrasi pasca Reformasi, kini peran Pemerintah Pusat mulai beralih menjadi peran dan kewenangan Pemerintah daerah. Pemerintah Pusat masih memegang kendali atas “berbagai prosedur birokrasi dan perizinan” yang memang menjadi kewenangannya. Misalnya: perizinan sertifikasi tanah seluas 5 ha keatas, konversi hutan, perizinan Investasi Asing, pemberian izin HPH dlsb. Nah kini berbagai perizinan dalam “berusaha: mulai mendirikan bangunan, usaha dagang, cabang dlsb” mulai diberikan kepada Pemerintah daerah. Bahkan perizinan tertentu (Izin Domisili, TDP) sudah menjadi kewenangan Camat & Lurah.

Sejatinya, peran “birokratisasi” dalam setiap aspek “kehidupan & usaha” di Indonesia kini sudah diibaratkan memasuki fase “premanisme sistemik” baru bagi kehidupan dan usaha masyarakat ! Contoh: dalam Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sudah menjadi rahasia umum di Indonesia: untuk memperoleh IMB betapa sangat SULIT…dan beaya Retribusi resmi yang dikeluakan bisa 5 hingga 6 kali lipat !. Misalnya retribusi resmi Rp2 juta,,,realisasinya bisa Rp.10 juta. Contoh lain Pemerolehan Sertifikasi Tanah oleh BPN: Prosedurnya …ruarrr biasa rumit, prosesnya ruarrr biasa lamaaa, biaya: ruarrr biasa tidak terukur ! Begitu juga dalam pemerolehan Izin Domisili yang kini dipegang Camat dan Lurah: menjadi lahan “Premanisme” sistemik yang maha sangat sulit ! ***Enggak bisa dibayangkan: SEBUAH CABANG BUMN saja (yang notabene Perusahaan Pemerintah..berplat Merah)..juga dipermainkan oleh Camat dan Lurah dalam memperoleh izin Domisili. Biaya yang harus dikeluarkan: bisa 15 hingga 25 kali lipat !!.
Bahkan kini: surat keterangan Lurah, misalnya: tidak sengketa atau surat keterangan tanah untuk kegunaan IMB, apalagi dijual…dipremani !! Apalagi perizinan yang berbau “uang Investasi”… seperti Kuasa Penambangan, Izin Industri, Izin investasi Propertu, hotel resort dlsb…dipremani !.

Dalam mengatasi masalah dunia seperti Global Warming pun: yakni Carbon Credit, yakni bantuan luar negeri untuk membangun hutan di Indonesia…yang konon nilainya USD 50 per pohon, dipremani hingga hanya diterima USD 15 per pohon oleh Berbagai Institusi hingga Kehutanan !! Tidaklah mengherankan jika kita melihat campaign untuk atasi Global Warming di Indonesia: seperti hangat-hangat tai Ayam !! karena seperti anak ayam yang teriak-teriak kehilangan induknya ! Ediannnnnn!!

Keberadaan Preman Sistemik birokrasi: memeperoleh perlindungan hukum karena mereka berwenang, mereka menjadi “Jaringan Sistemik yang Terkait/Terintegrasi” dalam suatu usaha/ kehidupan. Mereka seperti Jaringan Benang Sangat Kusut yang makin menjadi “Kanker Peradaban Indonesia”. Preman sistemik memperoleh “uang haram” dari palakan..bukan sekedar untuk Makan…tetapi sudah menjadi “SUMBER PEMERKAYAAN”. Mau liat langsung ????: Coba Kunjungi Dinas Tata Kota, BPN, bahkan hingga Lurah dan Camat !. Hingga ekonom Pembangunan De Soto dari Peru berkesimpulan: Sumber dari segala sumber Sulitnya menghilangkan kemiskinan di negara berkembang adalah : Birokrasi Pemerintah !! Bahkan dia sudah pada kesimpulan akhir: Birokrasi adalah sumber Pemiskinan Sistemik di Negara Berkembang, termasuk Indonesia !!!!!

III. SILAHKAN MENJAWAB : Siapakah SEJATINYA PREMAN di Indonesia ?? Ayo: Komisi Kepolisian, Polisi dan KPK : Jaring, Tangkap dan Penjarakan Sejatinya Preman tersebut..!!!


Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • saswadi 91  On 6 Januari 2012 at 1:36 PM

    tulisan alumni ui kok mengecewakan begini kualitasnya, bukan anak fisip ya?

  • icank  On 10 Januari 2012 at 3:35 PM

    premannya polisi

  • changedomestiq  On 23 Januari 2013 at 2:07 PM

    excellent put up, very informative. I’m wondering why the opposite specialists of this sector don’t notice this. You should proceed your writing. I am sure, you have a huge readers’ base already!

  • accountingresources.org  On 18 April 2013 at 10:28 PM

    The other day, while I was at work, my cousin stole my iphone and tested to see if it can survive a forty foot drop,
    just so she can be a youtube sensation. My apple ipad is now destroyed and she has 83 views.
    I know this is entirely off topic but I had to share it
    with someone!

  • Hello, its good paragraph on the topic of media print, we all be
    familiar with media is a enormous source of data.

  • laser spine institute  On 25 Mei 2013 at 11:06 PM

    I do not even know how I ended up here, but I thought this post was
    great. I don’t know who you are but definitely you are going to a famous blogger if you aren’t already😉 Cheers!

  • klwhfy02.com  On 6 Juni 2013 at 9:10 AM

    It’s going to be end of mine day, except before finish I am reading this enormous piece of writing to increase my experience.

  • Joseph  On 10 Juni 2013 at 11:26 AM

    If you want to obtain a good deal from this article then you have to apply
    these strategies to your won blog.

  • ac service in myrtle beach  On 18 Juli 2013 at 8:43 PM

    Its like you read my mind! You seem to know a lot about this, like you wrote the book
    in it or something. I think that you can do with a few pics to
    drive the message home a little bit, but instead of
    that, this is magnificent blog. A great read. I will certainly be back.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: