Perjuangan Mendasar Menghancurkan “Korupsi Sistemik”: Pemikiran, Kartel Kekuasaan, Keuangan Internasional-Nasional !!

Oleh: Iluni UI Kontra Korupsi

INDONESIA SUDAH DIAMBANG KOLONISASI DUNIA

Indonesia, dalam usia HUT RI ke 64 sudah diambang kolonisasi Dunia (Neo VOC) dalam Pertambangan, Telekomunikasi, Perdagangan Pertanian (Pangan), Keuangan, dan Industri (Produksi) dan kesemuanya dibawah penguasaan Kapitalis Dunia. Sumber-2 kekayaan nasional dan Penduduk yang melimpah: sudah termajinalisasi oleh tekanan Kapitalis Global, sehingga Lemah, Miskin dan jadi Bangsa Buruh di dunia. Penjajahan baru dalam pembangunan yang dimulai oleh Teori dan Pemikiran Barat (Ekonomi Pembangunan,Perdagangan Internasional & Bebas, Keuangan, Kapitalisme–Pasar Uang, Moneter) telah diperkuat oleh sistem dan pranata WTO, IMF, World Bank, Globalisasi dan berbagai Standar Ganda dalam bidang HAM,Dumping, Subsidi, benar-2 menjadikan Indonesia (dan Negara2 Berkembang): DALAM CENGKERAMAN DUNIA. Berbagai negara-2 berkembang di Afrika dan beberapa di Asia (juga Indonesia) kini bahkan sudah diambang dalam kategori “Kegagalan sebagai Negara”, sebab berbagai Krisis Pangan, Energi dan Keuangan sudah diambang kegagalan Negara mampu memenuhinya.

PERADABAN, DEMOKRASI & PEMBANGUNAN SUDAH MEMASUKI KESALAHAN MAKSIMUM: Hiruk pikuk Perdaban baru Indonesia dalam alam Demokrasi, kini sudah terjebak dalam “Demokrasi Kapitalis”baru, dimana Partai, Pemilihan Caleg, Pemimpin Daerah hingga Nasional, sudah terjebak dengan kebutuhan modal besar, untuk kampanye, pengerahan massa, hingga pembelian suara pemilih, dengan akibat Politik sudah terikat (terjebak) dengan pemodal (kapital). Sementara teori & pembangunan ekonomi Indonesia masih melanjutkan “keter-jebakannya” dalam Kapitalis Global. Oleh karenanya, peradaban nasional kini mendekati kesalahan Maximum~ yakni Kedaulatan Rakyat telah digadaikan oleh pemain Demokrasi (Legislatif & Eksekutif) dengan akibat yang serius pada Bangsa & Negara: Kehilangan Kemandirian Bangsa dalam Peradaban.Contoh ekstrim: adalah penjualan Gas Alam, Batubara, Minyak, Tambang Emas, Nikel dlsb.. Yang nilainya ribuan Trilyun Rupiah tiap tahun.. Namun begitu kecil hasil bersih yang kita terima (Kita sudah terlalu Bodoh). Berbagai perampokan (korupsi) di dalam negeri (BLBI, Perikanan, Asset, APBN, Pajak), kini seolah dibodohi oleh parodi (drama) gemuruh penindakan korupsi, namun begitu KECIL hasil KORUPSI yang dikembalikan. (KPK baru berhasil mengembalikan uang negara Rp. 1 trilyun……!!). Sebagian anggota Lembaga Legislatif,Yudikatif, Eksekutif dan Kepartaian… hampir seluruhnya sudah terjebak dalam korupsi, sehingga tidak berdaya. Fase demokrasi kini .. Seolah mempercepat kesalahan yang luas, dan sudah mengarah Kehancuran Bangsa. Pemerintah juga sudah pusinng 7 keliling, sehingga tidak memiliki “Strategi & Platform” yang Jelas dalam Pembangunan Rakyat, kemudian ambil jalan pintas dengan bagi-bagi uang yang dikemas dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai” yang merupakan bentuk Gratifikasi. ISEI yang dalam masa Pemerintahan Soeharto menjadi Mitra “Think-Tank” strategis , kini Sakau..mati suri…karena Pemikirannya sudah tidak Paham dengan Situasi & Kondisi Riil Masalah Nasional-Internasional, dan sang Ketua Umum (Burhannudin Abdullah) ikut masuk Penjara karena penyelamatan para koruptor di Bank Indonesia.

DIPERLUKAN SIKAP & PERUBAHAN MENDASAR:
Menyikapi masalah dan tantangan besar Indonesia, kini diperlukan Sikap dan Perubahan yang mendasar,dan bisa dikatakan Revolusioner: yakni Kita harus berani melepaskan Kesalahan Pemikiran yang ternyata merupakan bentuk “Penjajahan Modern (Pemikiran & Teori Ekonomi), melepaskan Kesalahan dalam Sistem Demokrasi (dengan Hakekat utama Rakyat Berdaulat, tidak Tergadaiakan / Dikhianati) dan Penuntasan Pengambilan kembali harta-harta yang dirampok (dikorup) serta Refinery Platform “Sistem Alokasi Keuangan Nasional & Daerah” yang sudah terjebak dalam Sistem Korupsi: Minim Alokasi untuk Pembangunan Riil bagi Rakyat dan tergantung Kolusi Sistem Keuangan Internasional (World Bank). Ringkasnya harus Kita Putar Haluan (Hijrah / Revolusi Sistemik).

PERJUANGAN MENDASAR Iluni UI K.Korupsi: MENGHANCURKAN KORUPSI SISTEMIK
ILLUNI UI Kontra Korupsi sebagai bagian masyarakat yang sadar & kritis, memelopori langkah ekstrim yang diperlukan untuk penyelamatan Indonesia, dengan:1. Memerdekakan diri dari Penjajahan Modern (Teori yang sesat Neo Liberalisme & Neo Kolonisasi Kapitalis), 2. Memutus Kartel / Oligopoli Kekuasaan dan Mengembalikan “Rakyat Berdaulat”,3. Mengembalikan Penuntasan Penyelesaian Harta yang di Korup dan 4. Penetapan Paradigma Pembangunanyang Berkeadilan-Kerakyatan dengan Refining Platform “Sistem Keuangan Nasional & Daerah” bagi Rakyat Indonesia.

TIADA KATA JERA DALAM PERJUANGAN !

About these ads
Komentar tulisan or leave a trackback: Trackback URL.

Komentar

  • ALI WAHYUNO  On 22 Februari 2011 at 6:08 AM

    Bangsa Indonesia Raya (NKRI) adalah bangsa besar yang kaya raya akan menjadi berwibawa, independen di dunia internasional dan menjadi negara maju moderen yang rakyatnya makmur sejahtera apabila di manage secara benar dan amanah oleh penyelenggara pemerintahan yang profesional, sederhana, jujur dan amanah. Budaya korupsi dan sistemik korupsi yang menjadi penyakit akut bangsa ini dapat segera di sembuhkan dengan penegakan hukum yang konsekwen dengan tidak ada mafia hukum seta dengan revolusi moral budi pekerti luhur yaitu mempersiapkan generasi yang berakhlaq mulia untuk mengganti rezim korup yang berkonspiratif dengan asing untuk memupuk kekayaan pribadi dan kroninya. Kita bangsa besar dan mandiri yang pernah keluar dari PBB karena PBB sudah didominasi AS yang mau mendikte pemerintahan kita untuk tunduk terhadap kepentingannya. Cita-cita faunding fathers masyarakat adil, makmur sejahtera akan tercapai apabila penyelenggara negara bersih dari budaya korupsi dan tidak melakukan korupsi sistemik. Tidak ada pilihan lain revolusi rakyat bila tidak ada perubahan dan perbaikan. Di negeri tercinta ini banyak orang cerdas dan alim ulama yang siap menghantarkan cita-cita kemerdekan. Jangan isu terorisme, RUUK DIY, politik pecah belah adudomba komponen bangsa dijadikan alat mengalihkan perhatian publik untuk menutupi dosa kolektif perampokan century, freepot, KS dll. Sadarlah dan ingatlah wahai para oknum penyelenggara pemerintahan anak cucu pewaris negeri kita jangan kau warisi dengan hutang kolektif yang mencekik leher rakyat dan penjualan asset yang kau rampok dan selewengkan. Allahu Akbar maju terus para patriot bangsa lawan dan hukum para penghianat bangsa yang mendzolimi rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: